featured-slider

Jika tulisan ini terbit, maka ini barangkali bisa menjadi  hadiah yang bisa aku berikan pada kalian. Aku sendiri belum mampu memberikan sesuatu yang membanggakan seperti inginmu . Atau mungkin sesederhana untuk datang ke tempat kalian pun aku tak bisa. (barangkali belum kesempatan itu belum hadir).
Bukan cuma aku yang memiliki sahabat, aku yakin banyak orang yang memiliki orang terdekat yang dipercayai untuk tempat berkeluh kesah, bersandar, bersenda gurau, teman makan, atau mungkin hanya sekadar sebagai pendengar yang baik lalu kita sebut dia dengan sahabat.
Ya, begitulah aku memanggil kalian, Sahabat. Setelah hampir 7 tahun bersama, masih banyak keinginan kita yang belum terwujud. Tapi aku percaya kelak semua tak hanya sekedar harap, semua akan menjadi nyata. Sekali lagi kalian adalah sahabat, entah kalian gendut atau kurus, sehat atau sakit, tugas atau nikah.
.https://1.bp.blogspot.com/-yM6CGH7M8Ig/VV584KXcaiI/AAAAAAAAAC0/v-fRyTI7vZg/s640/11148537_828096793950057_5226513070671095277_o.jpg

Akankah kita seperti ini?
Hei sob, masih ingatkah gambar itu yang dulu pernah aku kirimkan. sebenarnya gambar itu aku beri judul “kita gak akan seperti itu ‘kan?” Di balik gambar itu, aku sebenarnya ingin meyakinkan bahwa persahabatan kita ini tak akan ada habis masanya dan tak terbatas oleh ruang dan waktu.

Ada satu titik di mana aku mulai sadar bahwa teman-teman yang dulu selalu ada satu persatu mulai hilang. Tapi demi persahabatan ini, akan kuperpanjang masa berlakunya.
Satu persatu teman-teman menghilang
Mungkin banyak dari kita yang mengalami hal semacam itu. Tapi percayalah, itu Insyaallah tak akan terjadi pada persahabatan kita. Dalam hidup kita ada teman-teman yang masuk dan pergi dalam kehidupan, dan waktulah yang akan menjawab siapa dari kita yang akan bertahan tetap istiqomah dari masa ke masa. Dan jika ada teman yang seperti itu, itu pasti kalian-kita.
Coba tengok ke belakang, beberapa tahun silam sewaktu kita lulus MTS atau SD/MI, lalu kita pilih ALMUTTAQIN yang jaraknya luar biasa jauh. (dari jalan raya :p )
Meski cuma bermodalkan chatting Facebook, WA dan SMS, tapi kita masih bisa berkomunikasi kan. Masih berpikir bahwa semua ada masanya setelah 6 tahun berlalu? Jangan dengar apa kata mereka, jangan percaya bahwa sebuah persahabatan itu ada masanya. Persahabatan kita ini bukan kontrakan, yang harus disudahi ketika masa kontraknya habis. Percayalah, sampai kapanpun aku selalu berada tepat di belakangmu.

Dulu hampir setiap hari aku menyapamu, tapi sampai tiba waktunya saat mau SMS atau meneleponmu harus bertanya dulu, “lagi sibuk atau nggak?”
https://3.bp.blogspot.com/-Yen6h66qKvc/VV5-J6Qy2MI/AAAAAAAAADA/W9WWGo9rfXY/s640/10582973_356986997832709_7650675136291416910_o.jpg
Aku pun mulai segan untuk menyapamu
Transisi dari santri menjadi ustadz sudah kita lewati. Persahabatan kita memang gak akan semulus jalan tol. Ada satu waktu aku temukan kalian asik dengan teman-teman barumu. Iya, memang benar di beberapa kesempatan aku pernah tak berani menyapamu, karena aku khawatir mengganggumu yang sedang asyik dengan dunia barumu.
Tapi sungguh, aku sama sekali tak iri dengan teman-teman barumu, hanya saja aku memang harus mengalah sejenak pada teman-teman barumu. Aku pun punya teman-teman baru yang juga menyenangkan, dan aku pun menikmati pertemanan baruku ini. Meski kadang aku tak mengajakmu untuk bertemu, itu bukan karena aku lupa dan iri pada teman-teman barumu.
Kamu tahu ‘kan bahwa aku punya gengsinya luar biasa besar. Jadi untuk sekadar menyapa pun aku butuh usaha ekstra. Aku kira hari itu aku akan kehilangan kamu, sampai pada akhirnya kamu yang bertanya: “Ente sibuk ya?”
Terimakasih, karena pagi itu kamu berani untuk menghubungi aku terlebih dulu. Mungkin kalau hari itu kamu tidak bertanya, tidak ada kita lagi dihari ini. Lagi-lagi ini masalah sebuah komunikasi. Maaf jika aku terlalu gengsi, tapi aku mohon percayalah, setiap kali kalian menoleh ke belakang untuk mencariku, aku akan ada di sana, sahabatku.

Sampai ada masanya aku ragu mau mengomentari foto-foto konyolmu.


Ada kalanya aku mulai ragu mengomentari foto-foto konyolmu
Sahabat, sorry ya jika selama ini diam-diam aku kepoin akun-akun media sosialmu. Diam-diam aku melihat setiap postingan-kalian haha!. (biasa-lah program intelejen J)

Persahabatan orang lain bisa saja berakhir oleh suatu sebab, tapi tidak untuk kita. Aku akan terus jadi sahabatmu dari masa ke masa.
Aku akan selalu jadi sahabatmu dari masa ke masa
Aku tidak pernah berpikir bahwa persahabatan kita akan berakhir seperti kebanyakan orang. Kalian tahu siapa aku kan? Seseorang yang banyak bicara banyak tingkah namun dibalik itu semua aku masih intovert. Sahabat yang cuek namun sejujurnya selalu siap dan rela berkorban untukmu, tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan pernah membuatmu terjatuhkan, dan tidak akan pernah lari darimu.
Jadi jangan berpikir bahwa semuanya akan berakhir. Masih banyak tempat yang belum kita kunjungi, insyaallah masih banyak jenis makanan yang belum kita cicipi bersama-sama iya kan?. Mari persiapkan waktu dan dompet, lalu kita ciptakan perjalanan yang luar biasa, seperti yang pernah kita lakukan dulu kala (lari dari harist Ramadhan :D). Menyempatkan pergi bersama itu bisa jadi salah satu cara mempererat persahabatan kita.

Sekarang aku dan kamu punya kesibukan masing-masing. Intensitas pertemuan kita memang berkurang drastis, tapi bukan berarti masa persahabatan kita sudah habis.
Sukses sahabatku, persahabatan kita tak akan ada habis masanya.
Bukankah masing-masing dari kita sudah memiliki kesibukan sebelum hari ini? Lantas apa aku melupakan kalian, mengabaikan kalian, atau meninggalkan kalian? Tidak sama sekali. 
Sukses bro, sampai kapan pun persahabatan kita tak akan pernah berhenti. Aku harap, ingatlah selalu bahwa masa persahabatan kita di dunia ini hanya akan habis ketika ajal hadir di depan mata.
Semua tergantung bagaimana kita, bagaimana komunikasi kita. Jangan gengsi untuk sekedar bertanya “Apa kabar?” (tapi memang dasarnya aku orang yang cuek dan gak suka basa basi :p). Titik temu dari semuanya bukanlah pertemuan, melainkan komunikasi. Hubungi kita-kita kapan pun kalian mau, karena kita selalu berada tepat dibelakang persahabatan ini. Terimakasih atas waktu dan perjalanan yang telah terlewati, maa’akumun najah!


Share on Google Plus

About aditya nafhan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com